January 18, 2015

A Confession

+ No comment yet
Jadi, artikel ini ditulis untuk memperingati satu tahun ketidakaktifan saya dalam menulis di blog, even if this is my own personal blog. Ketidakaktifan saya disebabkan karena satu dan dua dan tiga hal. Semua itu berawal dari ketika sinetron India menyerang. End.

WARNING!!
The article below will contain offensive and abusive words. Read on your own risk. And prepare some popcorn too.
***

How is your life so far?
My life is just fine. Me not.

What happened?
Well, a lot of things happened in 2014.

What did you do in the past year? Where did you go? You never wrote one single article since January last year.
Umm…. I’m not going anywhere particularly. I just… uh, busy with something called real-life. So, uh… I accidentally and deliberately left and abandoned my blog.

Real life? You mean your Facebook-Instagram-Twitter life?
Yeah.. that is a part of my real life. You know, updating what I’m currently eating, what book I’m reading now, what music I listen to, that all is part of real life.

How is Iris? Is she still alive?
Yeah, she’s still kickin’. Though I only rode her once a month. Te-hee.

Oh, here’s a picture of her, with some new-upgraded parts.

First ride with the newly-fresh-upgraded Iris.

Iris, before / October 2013 / Location: Candi Abang, Berbah


Iris, after / February 2014 / Location: Candi Abang, Berbah

Good night!


You’ve ever wrote Resolusi Semester Lima, back then in September 2013. How is it going? GPA? Girlfriend? GoPro? Celetron? Iris upgrading? Slam Dunk comics? Can you achieve one of them?
Okay, let me answer it one by one.
1.   GPA
First, my GPA is still… umm… hanging around. So yeah, I hope, at the end of my college, it can get…. a little… bit…. Higher…. than the current situation.
2.   Girlfriend
Ahem. Here she is, Hoshijiro.
  
Kyaaaaa 001.gif (22×22)
 Meanwhile, Izana...



Okay, no. 

I have one now. But I prefer not to call her as girlfriend. It’s too mainstream. *hitmequick*

Well, no matter how individualist you are, someday you will and you need someone who’s not only you care so much, but also care for you as much as you do. You need a partner who knows you inside and outside, knows your best and your worst, knows when you need her help and help her when she needs you. A partner that sit calmly with you, talk funny things and serious matters, walk besides you and hold tight your arms, and even run together.. catching late bus for example. You don’t need a perfect someone.

Cause we're just ordinary people 34.gif (20×20)

Someone ever said to me, she just need someone that you can feel comfort and safe. I remember something from my past, that I ever said “Difference is a beautiful thing. But why “these differences of us” is not?” and I realized, sometimes you just can’t force those difference to make you happy, to make someone happy. Sometimes, you just need to let it go, let it go, can't hold it back anymooah.....

Okay, stop.
Just let it find its happiness. And sometimes, you must not, must never, look back, or look too far from your reach. It hurts if you can achieve it. But it will hurt more, for someone else, if you keep persisting on something you just don’t know if it’s okay or not. Look closer and deeper, and ask yourself, what you really want, and what you really need. God knows better than you. That’s it. Ha. 

3.   GoPro & Celestron
Meh. I don’t have much money for those sweet and expenzive things. But yeah, I just bought a new phone. And a new laptop. And some new shirts. And pant. Or pants.

4.   Iris Upgrading
As I said earlier, I changed Iris’ fork from Suntour XCR into Mosso M3, I guess. Why did I change it? I rarely go to off road track and I often use my bike in aspalt or asphalt road, so yeah, that’s the reason. Oh, one more thing, finally I can have my own hydro bags, a bladder, and a padding pants. And a helmet. Yay. 

5.   Misteri Hilangnya Slam Dunk
Thank God, I finally found you. Slam Dunk Deluxe #4. Now I need the #6. Anyone?

You happy now? You happy??
What? I’m always happy. Ha. Ha.

No, my empty wallet makes me saaaaaaaaaaaad. Sad. 

What is your plan for the next year? Do you have any last words?
ADIOS BIENVENU, MY THESIS. HAKUNA MATATA MADAFAKA.

Oh, sorry. Do you have any new year’s resolution?
ADIOS BIENVENU, MY THESIS. HAKUNA MATATA MADAFAKA.

Oh, by the way, I have something for you dear Mr. .........., what's your name again? Ah whatever. Here, take this cat. 014.gif (22×22)




Ja.

#bumikelangit
January 18, 2014

Call Her Iris

+ No comment yet
She is black. She is white. She is red. She is beautiful yet strong. She is calm yet loves to roam. She is me. And she is mine.
***

Saya pertama naksir dia lewat sebuah perkenalan yang tak terduga. Sebelum bertemu dia, saya masih bingung karena masih terlalu banyak pilihan. Hingga akhirnya, suatu hari saya melihat fotonya di laptop teman saya. Awalnya saya cuek hingga akhirnya saya meminta teman saya untuk melihat kembali fotonya saat masih berduaan dengan yang lain. Tak tahan, saya pinjam laptop tadi dan menyingkirkan pengganggu yang ada di sebelahnya sehingga kini hanya tersisa ia dan keanggunannya. Ya, saya jatuh cinta padanya pada pandangan pertama... atau kedua, dan saat itu juga saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya harus bisa memilikinya dan dia harus bisa jadi milik saya. Seorang.

Bersambung.




Oke, ini bukan novel teenlit. Ini hanyalah kisah cinta saya dan Iris. Siapa Iris? Dia adalah anugrah terindah untuk saya. Oke ngaco, but true.
Iris adalah nama yang saya berikan untuknya, tanpa pikir panjang pula. Nama itu saya ambil dari nama-nama dewi di mitologi Yunani. Iris bisa berarti iris mata yang indah dan bening, atau juga iris pelangi, uap udara yang jatuh dan berpendar mengeluarkan bermacam warna-warni indah bak pelangi—oke itu memang pelangi. Dan, kenapa warna Iris hanya hitam kelam dengan sedikit corak putih dan warna lain? Beats me. Even so, she is beautiful.
Tujuh Desember 2012 yang lalu adalah awal perkenalan dan pertemuan kami setelah beberapa hari sebelumnya saya pedekate dengannya dibantu oleh teman saya, siapa lagi, Bang Markopolo Bolo-Bolo (Ohya, lupa mengenalkannya lagi. Nanti. Ya. Nanti.) Jadilah setahun lebih kami telah bersama.
Anda masih mengira ini novel teenlit yang lovey-dovey? Go to your mommy! NOW!
Dan tepat 1 bulan 10 hari kemudian, saya bawa dia pulang ke rumah dan kenalkan dia dengan keluarga saya. Yes, I have been wrote that one. Go here.
Memang spesifikasinya masih standar saja, hampir sama seperti saat ia pertama kali keluar dari etalase dan saya ajak pulang berdua.. dengan Bang Marko. Tak banyak perubahan yang saya lakukan hanya mengganti seatpost yang bengkok tanpa sebab, menambah bottle holder sepuluhribuan beserta botolnya, memasang dock handphone dan saddle bag yang tak lagi saya pakai, mencopot dua mata kucing di kedua roda plus reflector depan  dan menggantinya dengan senter 5 LED yang sekarang sudah rusak dan saya ganti lagi dengan senter polisi, menambahkan cyclocomputer yang juga sudah tidak berfungsi dengan baik dan saya ganti lagi dengan produk yang sama, memasang beberapa stiker di bodinya, dan mengganti spoke(s) ban belakang yang patah dua atau tiga atau lima kali. Tidak banyak, kan? *mlipirngepit*
Buat anda yang masih mengira ini novel teenlit, ini saya kasih bonus berupa foto-foto seksi dan menggoda Iris untuk meluruskan imajinasi anda. Jika anda masih mengira ini novel teenlit, get a bike and write your own!

Bike and beach, Parangtritis / 10 Feb '13
Superb view from Mangunan! / 12 Mar '13
Candi Ijo part 1 w/ @bang_Marco / 13 Apr '13

Di bawah kaki langit, Museum Gunung Merapi / 5 Mei '13
Candi Ijo part 2 dengan kembaran Iris milik @pulverulenta / 18 Mei '13

Suatu pagi di parkiran kampus Ungu / 20 Jun '13


Tato, eh stiker baru / 27 Sept '13

Berburu senja di Candi Abang / 19 Okt '13

Dan tidak lengkap rasanya jika belum berfoto dengan latar Tugu / 18 Nov '13

Dan nampaknya, saya ingin membawanya pulang lagi diliburan kali ini, seperti foto di bawah ini. 

One more time, one more chance / 17 Jan '13, Perbatasan DIY-Jateng


Semoga.
#bumikelangit
August 06, 2013

Di Beranda Senja

+ No comment yet

Belakangan ini saya sering (dan senang-senang saja) termenung di beranda kos saya, kos baru saya lebih tepatnya. Tidak ada alasan khusus, hanya saja seperti menjadi tempat favorit saya untuk melamun, menikmati belaian lembut angin sore ditemani secangkir kopi hangat. Dan diujung ufuk barat sana, secercah sinar oranye mulai meredup elok dan sang senja mulai terbenam dengan anggunnya. Ah, saya tak sabar membayangkannya.
Lho? Anda terkejut? Saya juga. Yah, anda tahulah sekarang bulan puasa, mana mungkin saya menunggu waktu berbuka sembari ngemil kacang ataupun minum kopi? Ya to?
DSC00272s.JPG (800×450)
Selain senja, dan sepoi angin yang bisa membuat tertidur dan terjatuh 3 lantai, satu lagi yang saya sukai adalah langit malam dan bintangnya. Sounds childish? Meh.
Berat rasanya berpindah dari kos terdahulu saya. Tidak berat meninggalkan tempatnya, yang berat adalah meninggalkan kenangannya. Haruskah dibawa? Atau haruskah ditinggalkan dibelakang? Dua tahun bukanlah perkara mudah, apalagi 2 minggu terakhir. Tapi sudahlah, tidak baik membanding-bandingkan antara masa lalu dan masa depan. Sama seperti anda membandingkan mantan kekasih anda dengan calon mant--- some text missing.
Oh ya, saya lupa berbasa basi ya? Lagi ngga ada keinginan untuk itu sebenarnya, yah, seperti yang sudah-sudah. Saya sedang malas menulis dan sedang kekurangan motivasi untuk menulisSort of things happen dan membuat kepala saya pening. Saya bukan orang yang bisa multitasking, mengerjakan satu hal dan menyambi mengerjakan hal lain, apalagi jika sedang ada yang ngganjel di pikiran. Dan pada akhirnya, banyak hal yang kadang nggantung dan tak terselesaikan bagai di-friendzoned-kan oleh sahabat sendiri. 
Saya bisa multitasking, dalam hal makan.
Dan sekarang sudah Agustus ya? Tidak terasa Agustus 2014 sudah tinggal setahun lagi. Kenapa? Saya sudah dua tahun kuliah. Terus? Tahun depan kuliah lapangan. Oh? Tahun depannya lagi saya targetkan lulus. Dan...? *slap*
#bumikelangit #secangkirkopi
August 10, 2012

Ebook Sepasang Kaos Kaki Hitam

+ No comment yet
Pernahkah di suatu pagi yang cerah 
kalian duduk berselimutkan cahaya mentari, 
ditemani secangkir teh hangat tawar, 
20100712302031.jpg (640×544)
lalu mendadak saja teh yang kalian minum terasa manis?


Agustus! Ya, ini sudah bulan Agustus. Artinya sebentar lagi saya akan mendapat ‘sedikit’ liburan lumayan panjang di kampung halaman setelah menghabiskan bulan puasa di kota orang. Sebentar lagi juga lebaran ya? Mayan, waktunya berburu THR :metal Dan setelah lebaran itu... siap-siap merantau lagi, siap-siap kuliah lagi :nohope:

Baiklah, sepertinya basa-basinya sudah cukup. Post kali ini saya buat rada spesial menyambut satu tahun postingan Sepasang Kaos Kaki Hitam yang saya tulis satu tahun lalu. Kali ini saya akan berbagi ebook Sepasang Kaos Kaki Hitam. Tadaaa~

SK2H_cover.jpg (780×1024)

Gw pernah.

Saya juga baru tahu lho tentang ebook ini setelah iseng-iseng buka statistik blog saya, yang mana saya bisa tahu trafik blog saya datang dari mana saja. Nah, ketemulah saya dengan salah satu blog ini.

Secara umum, ebook SK2H ini agak berbeda isi ceritanya dengan thread SK2H yang ada di SFTH. Jika anda sudah pernah membaca di SFTH, lalu membaca ebook ini, saya rasa anda-anda sekalian akan menemukan perbedaannya. Jika anda belum pernah membaca salah satu atau salah duanya, saya beri sedikit gambarannya. Tenang, bukan spoiler kok :Peace:

Jadi ceritanya, alkisah di suatu negeri antah berantah... Lho? :confused

Oke, itu bukan bagian dari cerita SK2H. Dibandingkan dengan thread di SFTH, ebook SK2H secara khusus hanya menceritakan seputaran kisah si pemeran utama, Om Ari dan Mba Meva. Ada beberapa bagian cerita asli yang dihilangkan, namun ada juga yang ditambahkan. Sepertinya. Tapi tenang, filosofi catur dan lukisan masih ada kok, kata-kata wejangan dari Om Indra juga masih ada. :D


Dan kalian tahu? 
Kadang kenangan itu seperti asap tipis, 
yang menguap dari cangkir teh. 
1744043849.jpg (592×675)
Dia nyaris tak terlihat, 
sangat sulit untuk ditangkap, 
tapi kita tetap bisa merasakan kehangatannya.

Oh iya, bagi anda yang ingin membaca ebook-nya, anda bisa mendownload ebook Sepasang Kaos Kaki Hitam (SK2H) ini, alias mengunduhnya di --> http://goo.gl/yw90m Tenang, bukan jebakan betmen kok. Nah, kabar-kabarnya SK2H ini bakal dibuat novel. Bagaimana kelanjutannya? Simak setelah pesan-pesan berikut!

Oke oke, belum jelas mengenai kabar tentang novel SK2H ini, soalnya Om Arinya sendiri juga kabarnya sedang berada di Jepun sono. Tetapi jika jadi diangkat menjadi novel, saya pasti akan beli! Dan sembari harap-harap cemas, bagi anda yang belum membaca SK2H di SFTH, atau ingin membaca ulang, anda bisa mengunjunginya di link ini. Atau untuk thread reborn-nya di link ini.

Dan, bagi anda-anda yang masih penasaran dengan foto-foto para sosok yang ada di cerita SK2H ini, baiknya anda simpan rasa penasaran anda. Kenapa? Anggap saja anda sedang membaca novel, anda sudah pernah membaca novel bukan? Entah novel apapun itu, pastinya ketika sedang membaca, anda juga sambil berimajinasi dan membayangkan bagaimana penokohan, latar, alur, unsur intrinsik ekstrinsik, dan sebagainya. Nah lho, malah jadi pelajaran Bahasa Indonesia. 

Sekali lagi, anggap anda sedang membaca ribuan kata yang susah payah dirangkai oleh Om Ari. Sekarang, bila anda ingin tahu bagaimana latar cerita, bagaimana penggambaran tokoh-tokoh yang ada, mainkan imajinasi anda. Imajinasi setiap orang bisa berbeda, dan itu menurut saya relatif dan tidak menjadi masalah bukan? Hormati juga privasi orang lain, karena tidak semua rahasia bisa dihitam-putihkan. :shakehand

Bahkan saat dia terurai bersama angin musim gugur 
Beck.2010.DVDRip.mkv+(0_54_10)+000026.bmp (640×352)
yang meniupkan helai demi helai daun momiji dari pucuk merahnya.

Jika anda belum mengerti, tontonlah film BECK Live Action dan silahkan berimajinasi bagaimana dan seperti apa suara 'emas' Koyuki.

Ja~:rose:


Jadi,
pernahkah di suatu pagi yang cerah, 
kalian duduk berselimutkan cahaya mentari, 
ditemani secangkir teh hangat tawar, 
lalu mendadak saja teh yang kalian minum terasa manis?



 #BumiKeLangit
July 18, 2012

Pilihanmu

+
Halo halo, jumpa lagi. Saya sedang ngga ada ide buat nulis lagi, jadi terpaksanya ya saya hanya berbagi cerpen saja dikesempatan posting kali ini hehe.

Jadi ceritanya tadi sore iseng iseng—sebenarnya ada sedikit kesengajaan—saya memberanikan diri membuka Facebook lama saya lagi. Yah sekedar membersihkan sarang laba-laba dan berbagai macam debu yang sudah menggunung. Iseng buka-buka notes saya, dan menemukan sebuah cerpen yang entah siapa penulisnya, darimana saya mendapatkannya.. tetapi sepertinya saya salin dari sini.. sepertinya lho. Nah, di bawah ini adalah cerpen tersebut. Judulnya adalah Pilihanmu. Isinya... cukup panjang. Silahkan baca sendiri... dan simpulkan sendiri :D

Selamat membaca...
***

Anna merasakan tubuhnya perlahan-lahan melayang. Jauh... jauh... tinggi... hilang...? Tidak.

Bangun, stupid.

Ia membuka matanya. Lambat-lambat. Pelan... pelan...

Aduh, silaunya cahaya lampu sialan itu. Shit!

Kepalanya terasa kosong. Kosong? Tunggu, bukan. Kepalanya terasa... ringan...

Ringan, sayang
Dengan sayapmu aku terbang ke awan
Kutatap langit biru di atas
Dan kuhirup udara segar di dada
Kunikmati
Kebahagiaanku yang hanya sesaat

Dijatuhkannya kepalanya ke belakang. Anna berbaring diam-diam. Seakan tiap gerakan akan meruntuhkan tubuhnya.

Seperti inikah rasanya mati?
Hampa...?

Ia tersenyum. Senyum yang kosong. Bagaikan jiwanya sekarang. Sesuatu mulai mengisi dirinya perlahan. Lambat. Begitu lambat. Selambat aliran darahnya yang seakan-akan hanya merayap memenuhi pembuluh. Seakan hanya formalitas saja, hanya status, bahwa dia masih hidup.

Apa hanya sebegini saja hidupku?
Bila kulihat ke segala arah dan kucari kebahagiaan,
Yang nampak hanya kesulitan, kekosongan, dan rasa bersalah.

why.jpg (320×245)

Tak terasa air mata mulai menetes di pipinya. Pikirannya yang capai mengembara, hanya mencari dan tidak menemukan. Menciptakan bayangan.

Iya, benar ya?
Hanya masalah saja isinya hidupku.
Begitu berat rasanya bebanku.
Ketika kutoleh dan mencari sumber kekuatanku
Hanya kutemukan kehampaan.
Apa hanya sebegini saja hidupku?

Ibunya sedang pergi. Entah kemana, ada urusan sama keluarga besar di kampung katanya. Oomnya yang norak itu ribut soal warisan. Dan terpaksalah Ibunya Anna yang turun tangan lagi. Meninggalkan keluarganya sendiri yang masalahnya sebenarnya tidak kalah besarnya.

Tadi sore Ayah juga pergi kok. Dinas, katanya. Anna telan saja bulat-bulat alasan itu. Terserah ayahnya kok mau pergi kemana. Minta ijin Anna saja tidak perlu. Ayahnya kan sudah dewasa. Tahu apa yang terbaik untuknya sendiri.

Pembantunya. Hhhh... tidak usah dibahas, dia sebagian besar hanya perwujudan kemalasan dan kebodohan. Potret bangsa Indonesia. Melihat dia setiap hari rasanya membuat Anna ingin pasang kacamata kuda saja. Mau memberitahu Ayah dan Ibu soal ini juga, tidak mungkin. Orangtuanya saja tidak mau berbicara satu sama lain.

Adiknya. Sudah tiga hari pulangnya malam terus. Hus, tapi jangan berpikir yang macam-macam dulu. Adik hanya ke sekolah kok, kak. Adik hanya mengurus ekskul. Iya, ekskul adik Minggu ini ada simulasi, pertandingan se-Jakarta Selatan.

Dan jadilah, teman ngobrolnya yang paling setia itu sudah 4 hari tidak mengucapkan satu kata pun padanya. Ketemu saja sudah untung, kalau pagi Anna berangkat sekolah dia hanya bisa melihat adiknya yang tidur lelap – baru bangun nanti jam 9 pagi – dan menyimpan segala keinginan untuk berbagi cerita.

Ringo. Huff... untuk yang satu ini Anna perlu menghela napas lagi. Ringo jadi aneh belakangan ini. Dia jadi sering tertawa sendiri tanpa sebab dan jadi rajin sekali sekolah. Dia menyimpan rahasia dan membuat kesan seakan menutup-nutupi sesuatu. Sebenarnya tidak perlu. Anna tahu. Ringo sedang jatuh cinta.

“Gue ditelpon cewek, dong...”
“Ah...”
“Hehe... Kalau nanya daftar pelajaran, itu basa-basi bukan sih, Na?”
“Hmm...? Iya, mungkin. Tjieee... yang ditelpon... suitt suitt...”
“Anna, jangan ngomong gitu! Ge-er nih! Hahahaa...”

Tahukah kau, betapa kau menyakitiku?
Kau tertawa, tapi tawa itu bukan milikku.
Ajari aku untuk tertawa seperti itu, kasih
Karena setiap keping tawamu merobek hatiku.

Ya, tidak perlu berbohong lagi. Anna menyadarinya. Di dalam hatinya, sekali lagi ia menangis, apakah semua orang benar-benar meninggalkannya. Ia mendekap erat bantalnya, mengusap wajahnya yang sudah basah, menutup pelan-pelan matanya yang membengkak.

Aku melihat dua orang bersama, sayang
Matamu bersinar karena bahagia dan begitu pula dia
Kebisuanmu telah mengatakan semuanya
Kau mencintaiku, tapi kau jatuh cinta padanya

Dan Anna pun kehilangan segala pegangannya. Ia limbung. Semuanya seakan menghindarinya. Menjauhinya. Untuk sekali ini dalam hidupnya, dia merasa sangat kesepian...

***

Jadi disinilah Anna sekarang. Kembali di tempat tidurnya. Sendirian. Ia mengusap kepalanya. Pening. Tengkuknya basah karena keringat. Padahal tangannya sedingin es. Dijulurkannya lidahnya. Mulutnya terasa asam. Mual. Ia berpikir, apa saja yang sudah masuk perutku dari pagi ya? Diangkatnya tangannya. Gemetar. Dibukanya telapaknya. Teh manis, roti dua gigit, obat... hmm...

Sudah, hanya itu saja yang dapat diingatnya. Perutnya bergolak, protes tidak diberi supply. Tanpa sadar ia meringkuk perlahan. Mau bagaimana lagi, pikirnya. Kalau ada makanan yang bisa kupaksa masuk pun, akan keluar lagi karena mualnya. Malah tambah pusing dan berkunang-kunang segala. Mau bangun dari tempat tidur, ia takut. Kepalanya benar-benar harus ditaruh di suatu tempat kalau mau pergi-pergi. Rasanya sudah penuh beban.

strs.jpg (320×320)

Jadi kamu mau apa sekarang?
Mau mati.

Anna tersentak sesaat menyadari pikirannya sendiri. Stupid, idiot. Sebegitu gampangnya kamu dibodohi kehidupan? Ia menarik nafas panjang. Pikirkan sesuatu yang bahagia, ulangnya dalam hati.

Haha. Lucu. Pikirkan apa?

Anna terdiam. Tidak, pikirnya. Semua ini harus berakhir suatu saat. Entah akan lebih baik atau lebih buruk jadinya, yang penting ia harus berusaha. Sungguh? Masih sanggupkah ia?

Api kecil itu seakan menjerit lirih
Tolong, tolong lindungi aku dengan kedua belah tanganmu
Angin kencang menghembusku dari segala arah
Memukuliku dengan kepakan-kepakannya
Aku masih ingin bertahan, kata api kecil itu
Tapi suara yang lebih kecil lagi di hatinya terdengar bertanya
Masih maukah kau bertahan, api
Dan sampai kapan kau akan bertahan
Karena badainya belum akan berakhir
Dan akan selalu ada

***

Semua orang pasti punya hari-hari terberat, tergelap, tersulit dalam masa hidupnya. Orang optimis akan berkata “hidup hanyalah bagaimana caramu menghadapinya!” sedangkan yang pesimis akan berbisik “buatlah pilihan yang tepat, karena akan mempengaruhi seluruh hidupmu.”

Termasuk yang manakah Anna? Dia memulai sebagai orang yang polos, riang menghadapi segala rintangan. Di balik setiap kesulitan ada senyum dan kebahagiaan. Tapi cobaan yang ini, merenggut segala pegangan hidupnya. Dan Anna berubah menjadi orang yang sama sekali lain.

Yaitu mereka yang lahir optimis, ingin menikmati hidup tapi menemukan bahwa dunia bukanlah tempat yang mereka impikan. Dan mereka tidak dapat merubah kenyataan. Sebagian berubah menjadi pesimistis yang menggerutu, survive dan menjalani hidup yang kosong. Sedangkan sebagian lagi tidak selamat. Hilang dalam keindahan jiwa. Jatuh bagai bunga di musim gugur. terbawa angin entah kemana. Terinjak dan terlupakan.
***
  
#BumiKeLangit
August 11, 2011

Sepasang Kaos Kaki Hitam

+ 2 comments
Berawal dari malam minggu, eh sabtu malam sepi, maklum saya jomblo tidak mempunyai kegiatan lain di luar rumah sehingga terpaksanya hanya berdiam diri di rumah. Nah, akhirnya saya kencan saja dengan laptop saya.

Buka laptop, wvdial dan terkoneklah dengan internet. Buka Chrome, buka Facebook, tidak ada notifikasi, bosan. Ganti! Buka new tab, buka Blogger, masuk dashboard, tidak ada ide menulis, close tab. Buka TweetDeck, mention sepi, akhirnya dongkol sendiri :nohope:


Akhirnya mainlah saya ke Kaskus, biasa lah.. buka Lounge, kejar posting kekekek. Bosan di Lounge, akhirnya mencari forum lain. Iseng buka SFTH, dan lalu akhirnya ketemu judul di atas. Ya, Sepasang Kaos Kaki Hitam (SK2H) adalah postingan yang ingin saya bagi sekarang.

black-socks-black-black_400.jpg (400×600)
Ilustrasi
Awalnya saya hanya iseng membacanya, maklumlah, saya kadang malas membaca. Jikapun sedang ingin, itu karena ada tambahan gambar/ilustrasinya. Hehehe. Berawal dari keisengan, akhirnya saya malah jadi kecanduan dengan cerita ini. Saya akui, ceritanya memang menarik, bahasanya mudah dicerna, dan membuat kita berimajinasi tentang sosok yang diceritakan oleh Om Ari, TS dari SK2H ini. 

Sosok yang saya maksud di sini adalah sosok Mevally atau yang biasa dipanggil Meva. Jujur saja, saya juga penasaran dengan sosok Meva ini. Saya ingin menjelaskan alasannya, tetapi sangat sulit dijelaskan dengan kata kata. Sebagian Kaskuser yang menjadi pembaca setia juga merasa penasaran dan ingin mengetahui foto si Mevally ini. Mungkin lebih baik anda membaca sendiri, dan anda akan tahu alasan dibalik rasa penasaran saya dan pembaca setia SK2H :)

Bagi anda yang suka membaca dan penasaran dengan cerita SK2H ini, silahkan kunjungi link ini. Lumayan lah, ada 115 part dengan 5 bagian tambahan serta 4 epilog. 

Ada beberapa hal yang saya dapatkan setelah selesai membaca keseluruhan cerita ini. Di antaranya:

1. Kita hidup bagaikan sebuah pion catur, apalagi saya yang baru saja lulus SMA dan baru saja memulai langkah untuk kuliah, untuk masa depan saya. Jika diandaikan, kita adalah pion prajurit, yang maju sekotak demi sekotak. 

chess.jpg (411×486)
Pion catur
Seiring berjalannya waktu, kita bukanlah lagi seorang prajurit, sedikit demi sedikit, semakin jauh kita melaju, mungkin saja kita sudah menjadi "menteri" atau bahkan "raja/ratu".

"ya kayak yg lo bilang tadi, ini cuma pion kecil..." lanjutnya. "nggak ada artinya. diremehin. nggak diterima keberadaannya sama mereka yg lebih besar dari dia. baru sadar ternyata hidup gw juga gitu Ri. nggak banyak yg mau nerima gw. gw selalu merasa kecil di depan orang lain, termasuk elo."

gw diam, mencoba mencari pembenaran dari kalimatnya.

"emang sih...kadang sesuatu itu tampak indah kalo kita nggak tau apa di balik itu semua. tapi bukan berarti lo bisa nge judge bahwa orang akan nggak nerima lo misalnya dia tau rahasia lo. buat gw, apapun dan gimanapun masa lalu seseorang kemarin, yg gw liat adalah hari ini. karna semua akan selalu sulit kalo kita cuma nilai dari masa lalu."

giliran meva yg diam. matanya tetap sayu menatap pion yg tadi.

"gini deh Meva sayaang......" gw ambil pion yg sejak tadi dipandanginya. "pion ini, memang nggak ada artinya saat ini." gw letakkan di salahsatu petak. "tapi kalo pion ini bisa ngelewati semua ujian untuk bisa sampai di petak terakhir..." gw letakkan dia di petak paling sudut di daerah pertahanan gw. "pion nggak berharga ini bisa bermetamorfosa jadi benteng, kuda atau bahkan jadi menteri."

dan gw mengganti pion itu dengan menteri. meva masih diam.

"sama kayak hidup kita," lanjut gw lagi. "kalo kita bisa bertahan dan ngelewatin semua ujian dalam hidup, suatu saat nanti kita bisa jadi yg lebih hebat dari mereka yg selalu merendahkan kita. kita bisa jadi sesuatu yg berarti buat mereka juga, Va. lo harus tau itu...."


Ya seperti itulah perumpamaan hidup. 

2. Kemudian cerita tentang lukisan.

"Mungkin nggak sih doa di malam ulang tahun tuh dikabulkan sama Tuhan?" Lisa mengaduk lemon tea nya.

"Hmm jelas mungkin lah. Kapanpun mau doa, Tuhan pasti denger kok," gw sok diplomatis.

"Apa cuma sebatas 'didenger' aja?" Lisa nampaknya memberi penekanan bahwa dia ingin gw tau dia punya satu doa yg seharusnya gw juga tau.

"Enggak juga. Pasti dikabulkan kok."

"Tapi kok ada beberapa doa gw yg dikabulkan Tuhan? Dari dulu lho, sampe sekarang."

Gw tertawa pelan. Gw juga sebenernya nggak terlalu paham sama masalah beginian. Harusnya Lisa curhat aja sama ustad. Hehehe.

"Gini deh, gw mau sedikit cerita, boleh?" kata gw dijawab anggukan kepala Lisa. "Mmmh..jadi gini. Suatu hari ada seorang pelukis dan asistennya yg lagi mengerjakan sebuah lukisan di atap gedung. Objek mereka saat itu adalah pemandangan kota dari ketinggian..."

Lisa memperhatikan secara saksama.

"...selesai lukisannya jadi, si pelukis sangat terkagum-kagum dengan hasil yg dia buat. Dia mulai nyoba ngeliat lukisannya dari arah-arah yg berbeda. Hasilnya tetep sama. Lukisan ini sangat indah di matanya, sementara sang asisten cuma senyum sendiri liat si pelukis yg mulai berjalan mundur, mencari sudut pandang yg lain..."

"......."

"...tanpa sadar, si pelukis berjalan ke ujung gedung. Asistennya kebingungan buat memperingatkan si pelukis. Kalau saat itu dia berteriak, si pelukis pasti terkejut dan malah kehilangan keseimbangan. Jadi si asisten segera ngambil pisau dan mulai ngerobek lukisan indah itu. Si pelukis yg heran kemudian berhenti jalan dan menghampiri asistennya. Dia marah besar. Tapi setelah diceritakan kejadian yg sebenernya, si pelukis menangis terharu dan berterimakasih ke asistennya.."

Lisa menatap gw kalem dari balik kacamatanya.

"Jadi gini loh. Kadang, kita ngerasa kita sudah melukis kehidupan kita dengan begitu indah. Tapi tiba-tiba aja Tuhan 'merusak' lukisan kita. Kita kecewa, tapi kita pasti akan mulai melukis lagi lukisan lainnya yg hasilnya pasti akan lebih baik dari lukisan sebelumnya," gw sedikit ngawur. "Percaya deh, Tuhan 'merusak' lukisan kita karena Tuhan tau ada 'lukisan' lain yg lebih indah yg bisa kita buat..."

Lisa terdiam. Gw juga diam. Sama-sama menatap kosong ke cangkir di depan kami. Lisa tampak mencerna cerita gw tadi. Dia mengangguk pelan.

"Oke. Jadi intinya jangan pernah berhenti berdoa sampe kita berhasil membuat guratan indah lukisan kita.." katanya pelan lalu tersenyum.



Yap, seperti itulah hidup, selalu ada hikmah dibalik sesuatu yang tidak mengenakkan untuk kita. Kuncinya? Percayalah kepada rencana-Nya :)


3. Alasan mencintai seseorang, boleh buat referensi jika suatu saat pacar anda menanyakan ini. Hehe


"Lo pasti punya alasan donk kenapa lo bisa segitu cintanya sama Meva?"

Gw menggeleng pelan.

"Kalo lo beneran cinta, gw yakin lo punya alasan untuk itu."

Gw tarik nafas panjang lagi. Jujur gw sulit sekali buat ngejawab pertanyaan Indra.

"Menurut gw semua hal itu butuh alasan. Lo makan karena lo laper, lo minum karena haus, lo tidur karena ngantuk." Lanjut Indra lagi. "Nah sekarang lo sayang sama Meva...lo cinta sama dia...itu juga punya alasannya dong?"

Ah, gw nggak berhasil menemukan kalimat yg tepat.

"Gw suka senyumnya yg manis," kata gw sedikit ragu. "Gw suka jarinya yg lentik. Gw suka caranya bicara ke gw. Gw suka teriakannya yg kadang bikin budek kuping gw. Gw suka setiap gerak tubuhnya. Gw suka bentuk matanya yg agak sipit. Gw suka perhatiannya. Gw suka hidungnya yg mancung dan rambut panjangnya. Gw suka perhatian yg dia kasih. Gw suka karena dia selalu ada nemenin gw. Gw suka semuanya deh....."

"......"

"Ya ya ya...gw suka Meva karena itu."

"......." Sejenak kami berdua diam.

"Tapi itu semua bukan alasan gw mencintainya Ndra," kata gw. "Kalo gw bilang gw cinta Meva karena kecantikannya, maka saat dia tua nanti dan mulai kehilangan kecantikannya, gw nggak akan punya alasan lagi untuk mencintainya."

Sejenak gw menarik nafas.

"Kalo gw katakan gw cinta karena perhatiannya, saat nanti dia nggak perhatian lagi, gw pun nggak punya alasan untuk mempertahankan cinta gw. Kalo gw cinta karena dia selalu ada di samping gw, saat dia mati nanti...tentu nggak akan ada alasan lagi buat gw tetap mencintainya..."

"......"

"Gw cinta Meva, karena gw tulus..."


4. Ada banyak sekali kutipan yang saya sukai dari SK2H ini. Saking banyaknya sampai lupa, hehe. Tetapi ada satu kutipan yang mengena sekali, seperti sebuah jawaban akan pertanyaan saya selama ini.
Kamu tau kenapa tiap kenangan itu terasa indah dan manis?
Meva kernyitkan dahi lalu menggelengkan kepala.
Karena dia nggak akan terulang lagi,” jawab gw. “Itu yg bikin kenangan jadi berarti...”
Ya, itulah sebaris kutipan. Simple, tetapi jawabannya seakan membuat saya tersadar. Yang membuat kita tidak akan pernah lupa akan suatu kenangan adalah karena kenangan itu hanya sekali terjadi, dan membuat kita selalu teringat akan kenangan itu. Karena kenangan indah itu spesial, hanya sekali satu kali, takkan terulang kembali dan akan terkenang seterusnya.

Itulah sedikit share saya sore ini. Bagi yang tertarik membaca, silahkan mumpung cerita ini sudah selesai sehingga anda tidak akan penasaran menunggu update tiap partnya. Haha

Graciaas ^^

Note: Anda mencari ebook Sepasang Kaos Kaki Hitam? Download di sini



#BumiKeLangit
Showing posts with label Secangkir Kopi. Show all posts
Showing posts with label Secangkir Kopi. Show all posts